Kabarestorasi.id- Protes terkait syarat masuk kerja di PT. Kobexindo Cement Bengalon dimana calon karyawan wajib bisa berbahasa Mandarin terus bergulir. Tak terkecuali para Anggota DPRD dari beberapa Fraksi yang ada di Kab. Kutai Timur turun tangan untuk menyelesaikan persoalan ini. Dari Fraksi Partai PPP terlihat hadir Bapak Hepni Armansyah serta Ibu Hj. Fitriani.

Dalam pembahasan saat Hearing, di titik beratkan pada Lowongan kerja yang dikirimkan oleh PT. Kobexindo Cement kepada Dinas tenaga kerja yang ternyata syaratnya disinyalir cukup berat untuk di penuhi oleh putra putri daerah yang ada di Kutai Timur, yaitu Calon Karyawan harus mampu berbahasa Mandarin.

Dan Posisi yang ditawarkan bukanlan petinggi management perusahaan tetapi pekerja operator yang notabene adalah pekerja Kasar selevel operator alat berat.

Hepni Mengungkapkan kalau hal ini dibiarkan akan menjadi preseden bagi perusahaan untuk melakukan hal seperti ini terus, kami menganggap perusahaan dengan sengaja melakukan ini untuk menutup akses bagi warga lokal untuk bekerja di Kobexindo Cement. Hampir mustahil selevel operator bisa berbahasa mandarin. Jadi ini sebenarnya sengaja didepan sebagian jalan bagi TKA dari luar untuk mengisi lowongan pekerjaan ini.

Lanjut Hepni Armansyah, melihat bahwa dari jabatan yang dilowongkan adalah jabatan yang merupakan pekerjaan-pekerjaan kasar, yaitu pekerjaan level operator yang dimanapun perusahaan tidak ada kewajiban untuk bisa berbahasa apapun kecuali bahasa indonesia.

Kemudian status pekerjaan ini adalah TKWT, Jika boleh jujur ini melanggar karena pekerjaan ini adalah Core Business. Kobexindo adalah bagian dari Core Business mengambil bahan dan mengolah untuk menjadi Cement. Mengenai bahasa mandarin ini merupakan suatu pelanggaran terhadap Undang Undang kita, karena ini sifatnya bukan supervisi artinya butuh komunikasi dengan level tertentu di manajemen dan seharusnya yang diatur untuk bahasa internasional kita adalah bahasa inggris,” tegasnya.

Hepni juga menambahkan bahwa kalau memang harus bisa berbahasa mandarin tentu ini telah di arahkan untuk kelompok ras tertentu, atau memang di desain hanya untuk orang dari tiongkok yang otomatis bisa mengisi posisi di perusahaan tersebut, secara tidak langsung ini menghilangkan peluang untuk orang indonesia mengisi posisi opertor. Dan ini sebenarnya orang-orang kita sangat banyak sekali yang bisa memenuhi kualivikasi pekerjaan tersebut,Ujar Hepni pada awak media setelah hearing berlangsung.(DL)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here